Senin, 01 September 2014

Mendambakan Sekolah Impian


Mommylicious #Parentingbook

Sumber diambil dari SINI


Apa arti sekolah buatmu? Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada diriku maka aku akan menjawab: "Sekolah buatku adalah tempat dilakukannya proses belajar mengajar terhadap anak didik." Sekolah juga merupakan tempat pembentukan karakter anak didik menjadi lebih bernilai."

Tujuan pendidikan menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3, menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,        sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung  jaab."

Nah...bila kita telaah  amanat dari  Undang-undang tersebut, jelaslah bahwa potensi seorang anak didik harus dikemas sedemikian rupa dalam rangka menjadi manusia yang seutuhnya. Adalah tempat yang bernama sekolah menjadi wadah mengembangkan potensi anak didik dan membentuk karakter. Hingga diharapkan si anak akan menjadi anak yang berguna sesuai harapan orangtuanya.

Lalu, kemanakah peran orangtua dalam mengembangkan potensi dan membentuk karakter anak? Apakah peran orangtua menjadi dinomor-duakan setelah menitipkan anaknya di sekolah? Tentu tidak dong! Bagaimanapun peran orangtua tetap nomor satu sedangkan sekolah adalah tempat untuk menitipkan si anak agar menjadi lebih berilmu.

Minggu, 31 Agustus 2014

GA Ungkapan Bahasa Daerah

Setiap daerah masing-masing punya ungkapan khas.




Al-Quran Miracle the Reference Idamanku

Membaca Alquran adalah kegiatan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Sebagai muslim tentunya akupun ingin mendapatkan pahala dengan membaca Alquran. Masalahnya nih tak semua orang pandai membaca Alquran dengan huruf Arab dan sesuai dengan tajwidnya.Contohnya aku sendiri, dengan segala keterbatasan aku membaca Alquran setiap hari. Biasanya selesai shalat subuh aku menyempatkan diri untuk membaca Alquran.

Membaca Alquran atau biasa disebut mengaji  banyak mendapatkan pahala bagi muslim yang melakukannya. Pahala membaca Alquran sangatlah istimewa. Rasulullah pernah bersabda; "Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran), ia akan mendapatkan satu kebaikan yang nilainya sama dengan sepuluh kali ganjaran (pahala). Aku tidak mengatakan alif  lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (H.R. Tarmidzi)

Dalam membaca Alquran agar kita memahami   kandungan dan makna dari tiap ayat yang kita baca, perlu untuk mempelajari pula tajwid. Tajwid adalah tanda-tanda baca dalam huruf Alquran.  Kegunaan tajwid sebagai alat untuk mengetahui panjang pendek lafadz dan hukum dalam membaca Alquran.

Nah....membaca Alquran pun ada caranya ya agar pahala yang kita dapatkan itu sempurna. Yaitu kita harus melafadzkan bacaannya sesuai dengan tajwid. Masalahnya nih kita kadang tak paham dengan tajwid secara tepat. Pengalamanku agar aku bisa mengaji dengan baik dan sesuai tajwid maka aku membaca Alquran yang menggunakan blok warna tajwid. Alhamdulillah sejak menggunakan Alquran dengan blok warna tajwid sedikit demi sedikit aku bisa menyempurnakan bacaan Alquran.

Seiring dengan banyaknya penerbitan yang memproduksi Alquran, kini kita tak kesulitan lagi memilih Alquran jenis apa yang sesuai kebutuhan. Tak hanya Alquran versi kitab namun kini ada pula Alquran digital. Bahkan saat ini diproduksi pula Syaamil Tabz dan Syaamil Note oleh penerbit Syaamil Quran di Bandung. Semua ini adalah jawaban atas kebutuhan umat muslim untuk memenuhi kebutuhan rohani dalam menjalankan ibadahnya.

Berbicara mengenai Alquran idaman, aku ingin sekali memiliki Syaamil Al-Quran "New Miracle the Reference 66 in 1". Aku pernah melihat Alquran itu saat mengunjungi sebuah toko buku terkenal di kotaku. Setelah aku tanya-tanya kepada pramuniaga ternyata Alquran memiliki banyak keistimewaan. Karena inilah paket Alquran terlengkap yang memberi panduan praktis beribadah. Terdapat 66 konten dalam satu paket Alquran serta mengandung 22 konten Miracle the Reference yang sebelumnya belum pernah ada.

Adapun manfaat yang diperoleh dari Alquran Miracle the Reference ini  adalah:
1. Dapat memandu kita untuk membaca Alquran secara benar.
2. Terdapat referensi yang sahih dan komplit sebagai sarana mempelajari dan mengetahui isi kandungan Alquran.
3. Materinya disusun secara sistematis dan terstruktur sehingga kita mudah memahi kandungan Alquran.
4. Dalam satu paket New Miracle the Reference terdapat 66 in 1 konten materi  yang dikemas dalam format buku, DVD dan CD audiobook.
5. Seluruh konten cetak dalam paket ini bisa dibaca dengan  e-pen sehingga kita bisa membaca Alquran sesuai dengan tajwid yang benar.

Nah...itulah Alquran idamanku yang pengen sekali segera kumiliki. InsyaAllah bila memungkinkan dananya dan ada rejeki Alquran Miracle the Reference idamanku ini akan segera terwujud memilikinya.



Inilah Syaamil Quran Idamanku

bersama IKAPI Jabar dan Syaamil Quran 
Hari ke-7 tanggal 31 Agustus 2014

http://www.syaamilquran.com/lomba-blog-pameranbukubdg2014-bersama-ikapi-jabar-dan-syaamil-quran.html 


Sabtu, 30 Agustus 2014

Menelisik Permasalahan Krusial Seputar Dunia Penerbitan

Saat mengunjungi sebuah toko buku tentu saja tujuan kita ke sana adalah belanja buku. Ya, tepat sekali! Begitu juga yang terjadi dengan diriku, mengunjungi toko buku seolah agenda wajib setiap minggu. Biasanya sih pada hari Sabtu atau Minggu dimana aku punya waktu luang. Pernah juga sih menyempatkan diri saat pulang kerja. Kebetulan ada toko buku terkenal yang aku lewati saat perjalanan menuju rumah. Entahlah, bagiku toko buku adalah surga, tempat dimana aku merasa bahagia. Kalau melihat buku-buku yang dipajang di rak-rak toko buku itu rasanya pengen deh aku borong buku. Apalagi hampir setiap minggu ada saja buku baru terbit. Kalau tak memikirkan isi kantong akan ludes sekejap tentulah buku-buku yang menarik perhatianku aku beli tuh!.

Lalu, buku seperti apa sih yang menjadi pertimbanganku saat belanja buku? Yang pertama kali jadi pertimbanganku adalah ketika aku sangat tertarik pada sebuah buku yang menjadi perhatian khalayak. Pastinya buku-buku semacam itu menjadi best seller. Beberapa novel terkenal seperti "Ibuk" karya  Iwan Setiawan dan "9 Summer 10 Autumn" karya yang juga karya Iwan Setiawan dan "99 Cahaya di Langit Eropa" karya Hanum  adalah contoh-contoh buku yang menarik minatku. 

Buku lainnya yang menarik minatku adalah buku-buku seputra panduan menulis. Ada banyak buku sejenis itu yang menghiasi rak buku di rumahku. Seperti buku "Menulis itu Ganpang" karya Indari Mastuti. dan "Mengarang itu Gampang" Aerwendo Atmowiloto. Maklumlah, sejak dulu aku bercita-cita jadi penulis tentunya harus banyak buku panduan sebagai referensi menulis. Sayangnya hanya beberapa gelintir tulisan yang dimuat media, sisanya draft tulisan masih tersimpan rapi dalam map-map ajaibku.

Kecintaanku terhadap buku dan hobi membaca sudah kualami sejak aku kelas satu SD. Kala itu belum banyak buku cerita anak terbit. Hanya beberapa gelintir  buku cerita anak seperti dongeng klasik terjemahan luar negeri. Kalau cerita-cerita silat versi asli Indonesia aku kurang suka membacanya.  Untuk mengatasi bahan bacaan yang terbatas orangtuaku berinisiatif   langganan majalah Bobo. Sejak itu hingga saat ini aku adalah pecinta dan pembaca setia majalah Bobo. Kadangkala aku mesti rebutan baca majalah Bobo milik keponakanku, hehe... Bersyukurlah kini banyak sekali penerbitan tumbuh subur layaknya jamur dimusim penghujan. Semuanya ini menjadi solusi atas kelangkaan buku dan bahan bacaan. Kini beragam buku bisa kita jumpai di toko buku.

Kalau berbicara tentang permasalahan krusial seputar dunia penerbitan saat ini, menurutku hal yang paling mendasar adalah harga buku yang relatif mahal. dan masalah pembajakan buku. Seperti yang kita ketahui, untuk buku standar harganya berkisar paling rendah empatpuluh ribuan. Ongkos produksi yang mahal membuat harga buku yang diproduksipun mahal. Bahkan bisa lebih mahal bila kertas dan kulitnya dari bahan yang berkualitas. Belum lagi masalah pendistribusian yang berjenjang hingga menyebabkan ongkos distribusinyapun menjadi mahal.

Disisi lain masih banyak terdapat buku-buku yang beredar itu adalah hasil pembajakan. Ini dikarenakan harga buku yang relatif mahal sehingga ada oknum-oknum yang nakal memanfaatkan peluang ini mengeruk keuntungan. Disisi lain baik penulis maupun penerbit legal merasa dirugakan karena ulah oknum pembajak buku. Sebut saja buku KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang ada versi bajakan. Kalau buku asli dihargai hampir empatratus ribuan. Tetapi versi bajakan bisa lebih murah. Kenapa buku bajakan harganya bisa lebih murah? Jawabannya karena buku itu dibuat dengan kertas yang tidak standar, tinta tidak standar dan tidak ada jalur distribusinya. 

Nah...itulah permasalahan krusial seputar buku dan penerbitan. Adalah peran nyata IKAPI sebagai wadah tempat bernaung para penerbit untuk mencari solusi permasalahan ini. IKAPI sebagai organisasi profesi bisa saja bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari jalan keluar terhadap masalah krusial seputar dunia penerbitan.



Jumat, 29 Agustus 2014

Eksistensi IKAPI dalam Industri Literasi Indonesia


Gambar dipinjam dari SINI

Perkembangan literasi media di Indonesia sekarang ini mengalami kemajuan sangat pesat. Berbagai penerbit tumbuh subur seiring dengan banyaknya buku dan majalah baru yang bermunculan. Penerbit yang berskala mayor maupun penerbit minor menjadi jembatan bagi orang-orang yang berkecimpung dalam dunia kepenulisan untuk menerbitkan karyanya. Kalau kita mendatangi pameran buku atau toko buku terlihat banyak sekali ragam buku yang diterbitkan oleh beragam penerbit. Banyak buku best seller diterbitkan oleh penerbit yang sudah punya nama atau dikenal dengan sebutan penerbit mayor.  Namun tak sedikit pula buku best seller itu ternyata diterbitkan oleh penerbit minor. 

Seiring dengan menjamurnya penerbit-penerbit baru baik itu penerbit mayor maupun penerbit minor, saat ini kita mengenal pula istilah penerbit indie. Apa sih penerbit indie itu? Menurut wikipedia  penerbit indie adalah sebuah alternatif untuk menerbitkan buku atau media yang lain yang dilakukan penulis naskah bukan dari penerbitnya. Secara sederhana bisa diartikan bahwa penerbit indie merupakan jasa self-publishing. Bagi para penulis yang mengalami kesulitan untuk menembus media biasanya memilih jalur penerbit indie. Karena segala sesuatunya penulis sendiri yang mengatur. Dari mulai menulis naskah, menentukan tema naskah, mengkalkulasi biaya sampai urusan penjualan menjadi urusan si penulis itu sendiri.

Nah, terbayang kan bagaimana perkembangan dunia literasi di Indonesia saat ini? Banyak penerbit tumbuh layaknya jamur di musim penghujan. Semua itu didasari untuk mengakomodir kebutuhan pasar pustaka yang yang sedang giat-giatnya. Menyikapi hal ini tentunya ada dong lembaga yang menampung seluruh aspirasi dan kebutuhan para penerbit itu. Lembaga yang dimaksud adalah Ikatan Penerbit Indonesia atau lebih populer dengan sebutan IKAPI. Mau tahu lebih banyak tentang IKAPI? Simak bahasannya di bawah ini ya....

Sekilas tentang IKAPI

Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) adalah suatu organisasi yang lahir atas dasar untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia. Pertama kali didirikan pada tanggal 17 Mei 1950 di Jakarta. Awalnya IKAPI beranggotakan 13 penerbit yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Namun kini jumlah itu kian bertambah seiring dengan pesatnya pertumbuhan penerbit dan banyaknya penggiat dunia pustaka yang berkecimpung dalam industri dunia kepenulisan. Kedudukan pusatnya berada di Jakarta dan telah dibentuk pula cabang-cabangnya di daerah seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Utara. Bahkan telah terbentuk kantor perwakilan IKAPI yang berkedudukan di Aceh, Bali dan Sumatera Selatan. Wah bangga dong sebagai penduduk Sumsel ternyata IKAPI ada perwakilan kantornya di Sumsel.

Visi dan Misi terbentuknya IKAPI

Sebagai organisasi profesi yang berkecimpung dalam industri literasi Indonesia, IKAPI memiliki visi "Menjadikan industri penerbitan buku di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan dapat berkiprah di pasar internasional." Sedangkan misi IKAPI  adalah "Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan ikilim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para anggotanya sehingga perbukuan nasional mampu berperan secara optimal demi mempercepat terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertanggung jawab."

Nah....dari visi dan misi IKAPI tergambar jelas bahwa eksistensi IKAPI dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat Indonesia sangatlah berperan. Eksistensi IKAPI bisa terus berkiprah hingga saat ini tentunya harus didukung oleh anggota-anggota yang terhimpun dalam kepengurusannya.Jika aku berandai-andai menjadi salah seorang anggota IKAPI, maka yang akan aku lakukan adalah:

1. Memperbanyak cabang-cabang IKAPI di setiap provinsi sehingga seluruh provinsi di Indonesia terdapat perwakilan yang berkedudukan di ibukota provinsi. Hal ini disadari atas pemikiran untuk mempermudah koordinasi dalam melaksanakan setiap program kerja organisasi. Sehingga diharapkan program kerja yang ditetapkan sejak awal dapat direalisasikan secara utuh dan merata di seluruh Indonesia.

2. Memberikan reward dan punishment kepada setiap anggota yang berprestasi maupun yang merugikan. Apapun bentuknya haruslah dihargai eksistensi penerbit yang baik sehingga memberikan citra yang baik bagi perkembangan industri literasi Indonesia. Kepada penerbit yang nakal juga bisa diberikan hukuman atas ulahnya yang mencederai dunia pustaka dalam industri literasi. Seperti kita ketahui ada saja penerbit nakal yang mempublikasikan produk      bukunya yang mengandung konten kurang baik dan tidak informatif. Hal ini bertujuan memberikan efek jera kepada penerbit nakal.

3. Membangun perpustakaan-perpustakaan di setiap mall atau pusat perbelanjaan. Seperti yang kita ketahui gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini banyak menghabiskan waktu libur untuk berkunjung ke mall. Nah...bila di mall ada perpustakaan tentunya bisa memberi alternatif lain tujuan ke mall tidak hanya ingin berbelanja atau cuci mata. Namun bisa lebih bermanfaat ketika di mall bisa mengunjungi perpustakaan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa masyarakat masih enggan dan kurang tertarik berkunjung ke perpustakaan konvensional. Siapa tahu masyarakat lebih tertarik ke perpustakaan yang berdiri di mall dengan sentuhan modern dan tidak kaku.

4. Menciptakan ajang pemilihan duta buku atau putra-putri pustaka Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar lebih banyak putra-putri Indonesia yang berprestasi dan mencintai dunia pustaka. Ajang pemilihan seperti ini sama dengan pemilihan duta lainnya namun lebih menyentuh kepada hal yang riel yaitu ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat Indonesia.

Nah...itulah sedikit ulasan menengai dunia literasi Indonesia dan IKAPI sebagai wadah bergabungnya penerbit-penerbit yang kian tumbuh subur. Semoga terjadi hubungan harmonis dan komunikatif antara penerbit dengan penulis, penerbit dengan masyarakat dan penerbit dengan pemerintah. Sehingga tak perlu terjadi lagi peristiwa kecolongan seperti tempo hari dimana dunia literasi Indonesia dibuat gempar lantaran terbitnya buku yang memuat konten yang tidak baik bagi anak-anak. Harapanku semoga IKAPI semakin berjaya kedepannya.



Hari ke-5 tanggal 29 Agustus 2014

http://www.syaamilquran.com/lomba-blog-pameranbukubdg2014-bersama-ikapi-jabar-dan-syaamil-quran.html



Referensi:
www.wikipedia.org/Ikatan_Penerbit_Indonesia
www.ikapi.org/about
www.wikipedia.org/wiki/Literasi_media
www.wikipedia.org/wiki/Penerbit_indie

Kamis, 28 Agustus 2014

Ragam Al-Quran dan Kemudahan Beribadah



Ketika berkunjung ke sebuah toko buku terkenal di kotaku, aku melihat  beragam jenis Al-Quran dipajang. Aku mengamati satu persatu Al-Quran yang dipajang itu dan beberapa kuraih lalu membuka-buka lembarannya. Hmm...ternyata banyak sekali ragamnya. Misal ukurannya,  mulai dari yang kecil, sedang sampai berukuran besarpun ada. Lalu jenisnyapun beragam pula. Ada Al-Quran yang diterbitkan isinya langsung 30 juz, ada yang per sepuluh jus dan ada yang per juz. Di pajangan lainnya perhatianku tertuju pada Al-Quran digital yang bisa diaplikasikan kedalam komputer. Al-Quran jenis ini dilengkapi dengan pen penunjuk. Sehingga bila pen itu menunjuk pada stau kalimat dalam bahasa Arab, akan keluar suara bacaannya dari perangkat komputer. Semakin canggih dan beragam rupanya jenis Al-Quran saat ini.

Saat ini kita bisa memilih Al-Quran jenis apa yang sesuai kebutuhan. Cukup mendatangi toko buku dan di situ akan terjawab keinginan kita. Tinggal pilih pilih mau beli Al-Quran versi buku atau versi digital, semua tersedia. Bahkan Al-Quran braille untuk penyandang tunanetra juga tersedia. Kalau aku sih lebih nyaman memilih Al-Quran yang ada tajwid blok warna. Ada beberapa kalimat dalam bahasa Arab yang diblok dengan beragam warna. Tulisan bahasa Arab yang diblok warna itu menunjukkan panjang pendeknya bacaan tajwid. Nanti ada keterangannya bila blok warna merah tajwidnya seperti apa, lalu warna biru, hijau, pink juga diberi keterangan serupa. Kata-kata yang diblok warna itu menunjukkan bahwa ada pengucapan dengan tajwid tertentu yang harus diperhatikan. Ketika menemukan Al-Quran jenis ini aku langsung memutuskan untuk membelinya. Alhamdulillah, sejak memiliki Al-Quran tajwid blok warna kegiatan membaca Al-Quran semakin intens.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kini banyak dijumpai Al-Quran versi seluler. Beberapa perusahaan membuat inovasi dengan menciptakan telpon genggam dan tablet yang ada konten Al-Quran di dalamnya. Cukup beli gadget jenis tertentu kita sudah bisa menjalankan anjuran agama untuk membaca Al-Quran di manapun berada. Entah itu saat waktu luang di kantor, saat dalam perjalanan atau saat berada dalam antreanpun kita bisa utak-atik gadget dan membaca Al-Quran. Mudah sekali bukan? Ternyata banyak sekali cara untuk memahami agama. Cukup buka gadget lalu kita akan menemukannya, entah itu tafsir Al-Quran, membaca hadist, riwayat rsulullah bahkan membaca Al-Quran juga bisa. Saat ini tak ada lagi alasan untuk mengatakan "Aku nggak bisa baca Al-Quran nih..." atau "Aku nggak punya waktu nih buat privat belajar baca Al-Quran..."  

Ragam jenis Al-Quran yang tersedia saat ini bertujuan untuk mempermudah kegiatan beribadah, dalam hal ini adalah membaca Al-Quran. Kemudahan itu semakin terjawab ketika di pasaran ada perusahaan mengeluarkan produk Syaamil Tabz. dan Syaamil Note. Jeni Alp-Quran seperti ini memberikan panduan dalam beribadah.  Produk Syaamil Tabz ini dilengkapi dengan aplikasi lengkap dan memiliki keunggulan. Nah....ternyata kini beribadah itu mudah bukan? Akupun tertarik dengan Al-Quran jenis ini. Mudah-mudahan kalau ada rejeki insyaAllah ingin memilikinya. Siapa tahu dapatnya dari mengikuti lomba blog Syaamil Quran ini ya?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #PameranBukuBdg2014
bersama IKAPI Jabar dan Syaamil Quran
Hari ke-4 tanggal 28 Agustus 2014

http://www.syaamilquran.com/lomba-blog-pameranbukubdg2014-bersama-ikapi-jabar-dan-syaamil-quran.html

Rabu, 27 Agustus 2014

Memilih gadget keren dan konten menarik

Suatu hari aku dibuat terkejut ketika keponakanku "Raffy" usia 4 tahun sedang mengutak-atik ponsel milik mamanya. Karena takut dia merusak ponsel itu lalu akupun menegurnya,"Raffy jangan utak-atik ponsel mamamu...nanti rusak lho tak bisa dipakai mama nelpon." tegurku. 

"Raffy cuma pakai untuk main game Bunda...," jelasnya. Bocah kecil itu kembali asyik tenggelam dengan game permainan  yang ada di ponsel mamanya. Lalu aku dekati bocah itu dan mengamati cara Raffy mengoperasikan aplikasi game yang ada di gadget. Ternyata dia mahir sekali memainkan game. Disatu sisi aku bersyukur bahwa anak sekecil itu sudah mahir menggunakan gadget. Aku saja yang segede ini tak mahir menggunakan gadget canggih seperti yang dipegang Raffy. Artinya biar dia masih kecil tapi sudah melek teknologi ya?

Bagi anak usia 4 tahun seperti Raffy mungkin yang menarik dari sebuah gadget adalah game permainannya ya? Lihat saja koleksi aplikasi game yang diunduhnya lewat ponsel mamanya, ada sepuluh aplikasi game lho. Awalnya aku tak percaya bila dia sudah pintar mengunduh aplikasi itu. Ketika Raffy menunjukkan caranya barulah aku percaya. Ck..ck..ck... anak segede ini sudah melek teknologi, bagaimana kalau dia besar nanti ya? Benakku langsung menilai bahwa bocah itu adalah bocah cerdas. "Tunggu sebentar Bunda....sekarang sedang loading...! Nanti kalau keluar tanda seperti ini barulah bisa mainkan gamennya," katanya sok ngajarin. Hmmm....anak segini ngerti apa yang dimaksud loading dan bisa menjelaskannya pula... Ck..ck..ck..., aku kembali berdecak kagum

Sekarang bandingkan dengan orang dewasa seperti kita-kita ini, gadget seperti apa sih yang kita butuhkan? Kalau aku lebih memilih gadget yang harganya terjangkau namun memuat konten-konten menarik sebagai penunjang pekerjaan. Kadang-kadang aku membutuhkan informasi yang mesti kucari lewat internet. Masalahnya kalau sedang berada di kantor aku tinggal buka laptop lalu  browsing. Nah saat berada di luar kantor apa mesti nenteng-nenteng laptop kemana-mana? Tidak mungkin kan? Jalan keluarnya bawa ponsel saja. Bentuknya yang bisa digenggam memungkinkan kita leluasa membawanya kemana-mana dan praktis lagi. 

Tak semua orang sama kebutuhannya akan gadget atau ponsel. Seperti Dewi rekan kerjaku, lebih memilih gadget canggih yang berbasis android. Menurutnya sih, kelebihan gadget android yang dimilikinya itu adalah memiliki fitur-fitur istimewa Salah satu kelebihan istimewa tersebut yaitu banyak terdapat aplikasi baik software maupun game yang bisa dinikmati baik berbayar maupun gratis. Jenis gadget android yang dimiliki si Dewi itu tampilan sangat menarik dan elegant. Selain itu dilengkapi dengan notifikasi yang bisa melaporkan adanya sms, YM dari FB, email ataupun artikel dari RSS Reader. Gadget ini juga bersifat multitasking yang memungkinkan penggunanya untuk menjalankan bernagai aplikasi sekaligus. Hebat bukan? Nah....kelemahan gadget android seperti ini baterenya cepat habis karena boros serta koneksi internet yang mahal karena koneksitas internet yang cepat.

Menyikapi perkembangan teknologi komunikasi saat ini, gadget yang mana sih yang benar-benar kita butuhkan? Apakah kita membeli gadget karena konten yang menarik dan sesuai kebutuhan ataukah hanya karena nilai jualnya yang tinggi dan tampilan kerennya semata?  Kalau aku sih pilih kedua-duanya yaitu gadget keren namun memiliki konten yang bagus. Jelas gadget seperti ini harganya cukup tinggi ya? Namun harga yang tinggi bila kita mendapatkan konten bagus dan sesuai dengan kebutuhan pastilah persoalan harga tadi luntur dong! Dengan kondisi saat ini dimana kita berada dalam era digital bagaimanapun memiliki gadget dengan konten bagus adalah suatu kebutuhan. 

Perkembangan teknologi saat ini banyak sekali beredar di pasaran jenis gadget yang sudah dibundling dengan konten menarik. Sebut saja Syaamil Tabz dan Syaamil Note yang diproduksi Sygma Creative Media Corporation (perusahaan penerbit Al-Quran). Syaamil Tabz dan Syaamil Note dilengkapi dengan aplikasi built in Islami lengkap yang memungkinkan pemilik gadget muslim dapat memenuhi kebutuhan ibadahnya.  Konten yang terdapat dalam gadget ini dibuat dan didesain sedemikian rupa agar bisa melakukan ibadah harian seperti  shalat, zikir dan doa. Dilengkapi juga konten ramah bagi anak-anak yaitu game interaktif yang bisa interaktif tanya jawab tentang keIslaman.

Jadi, pilihlah gadget keren dan memiliki konten menarik sebagai penunjang aktifitas sehari-hari. Dalam kondisi yang semakin mobile saat ini janganlah kita melupakan hal yang paling hakiki dalam hidup, yaitu agama. Perkuat keimanan kita dengan menjalankan ibadah. Bersama Syaamil Tabz dan Syaamil Note insyaAllah terjadi keseimbangan dalam hidup, yaitu tercukupinya kebutuhan jasmani dan terpenuhinya kebutuhan rohani.  Semoga dengan beragamnya kecanggihan teknologi komunikasi saat ini akan menambah kualitas ibadah kita menjadi lebih baik.

Syaamil Tabz

http://www.syaamilquran.com/syaamil-tabz-tablet-dengan-content-aplikasi-super-lengkap.html

Referensi:
www.syaamilquran.com/produk/syaamil-digital/syaamil-tabz
www.tasik-membara.blogspot.com/2013/02/kelebihan-dan-kekurangan-os-android-2013.htm?m=1



Hari Ketiga, 27 Agustus 2014

http://www.syaamilquran.com/lomba-blog-pameranbukubdg2014-bersama-ikapi-jabar-dan-syaamil-quran.html