Jumat, 14 Maret 2014

#My Dreamy Journey : "Sujud Syukurku di Baitullah"

       Sudah menjadi idamanku sejak lama ingin pergi ke tanah suci. Saking pengennya aku kadang mengkhayal seolah aku benar-benar sedang berada di sana. Apalagi saat aku melihat liputan pelaksanaan ibadah haji di televisi, anganku kembali melayang. 

       "Kapan ya aku bisa ke sana? Bisa shalat di Masjidil Haram, shalat di masjid Nabawi dan mengikuti rangkaian ibadah di tanah suci?" batinku suatu hari.

          Tak ada yang dapat kulakukan selain berniat dan berdoa kepada Allah SWT, semoga saja keinginanu dan doaku terkabul.

           Ternyata, Allah Maha Pengasih kepada umatnya yang bersungguh-sungguh. Tanpa kuduga doaku dikabulkan. Aku mendapatkan kesempatan untuk umroh dengan jalan yang tak pernah kuduga sebelumnya. Aku mendapat reward umroh dari kantor atas  prestasi terkait pekerjaanku di kantor. Alhamdulillah Ya Allah...begitu mudahnya jalanku ke sana. Dengan moment ini aku semakin percaya kebesaran Allah. Dan aku pun sangat yakin dengan niat dan doa insyaAllah akan terkabul...

          Dan...perjalanan ke tanah suci pun dimulai. Aku berangkat bersama rombongan dari kantor pada tanggal 27 Februari 2010. Aku tak sendiri, suamiku ikut menemani dengan biaya sendiri tentunya. Dengan mengucap bismillah...kulangkahkan kaki menaiki pesawat yang akan membawaku ke tanah suci. Inilah perjalanan yang sangat kuidamkan sejak lama.

          Setelah menempuh perjalanan cukup panjang sekitar 9 jam akhirnya pesawat yang kami tumpangi mendarat di bandara Jeddah. Saat tiba di Jeddah menunjukkan pukul 11 malam waktu setempat. Subhanallah....saat pesawat landing kulihat banyak sekali pesawat berbadan besar  berjejer. Mungkin karena bandara Jeddah adalah bandara internasional yang terpadat di dunia ya?

         
Sesaat setelah turun dari pesawat di Jeddah
 
        Dari bandara di Jeddah rombongan kami dijemput bus yang membawa kami menuju kota Madinah. Perjalanan dari Jeddah ke Madinah menempuh waktu sekitar 3 jam. Sepanjang perjalanan kami dibimbing seorang ustad yang mengajak kami untuk melantunkan bacaan-bacaan zikir. Sesekali diselingi dengan penjelasan tentang pemandangan di kiri kanan jalan yang kami lalui. Ternyata ustad itu adalah mahasiswa Indonesia yang belajar di Madinah.

Bersama suami saat berada di pelataran Masjid Nabawi di kota Madinah


                        
Pemandangan di Masjid Nabawi pada malam hari

Di kota Madinah kami menginap di 'Movenvick' sebuah hotel berbintang lima. Kami berada di kota Madinah selama 3 hari. Selama di Madinah selain melaksanakan ibadah shalat wajib di Masjid Nabawi, kami melakukan perjalanan ziarah. Diantaranya ke beberapa masjid bersejarah seperti Masjid Quba, ke Jabal Uhud dan ke Kebun Kurma. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke kota Mekah untuk melaksanakan ibadah umroh di sana.

Di depan Masjid Quba yang bersejarah, saat melakukan perjalanan ziarah 

Di Jabal Uhud bersama suami

Di Kebun Kurma bersama suami
Hari terakhir di Madinah saat bersiap-siap ke kota Mekkah melaksanakan ibadah umroh
          Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam, akhirnya kami tiba di kota Mekkah. Kami menginap di Hotel Dar es Salam yang terletak sekitar 500 meter dari pelataran Masjidil Haram. Saat tiba di Mekkah, kami langsung melakukan ibadah umnroh yang dipimpin oleh seorang ustad. Allahuakbar....seruku berulang kali seraya bersujud syukur saat pertama kali menatap dan menjejakkan kaki di Masjidil Haram.

      Pelaksanaan ibadah umroh dimulai dengan tawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 keliling, dilanjutkan dengan melakukan Sa'i yaitu lari-lari kecil dari bikit Safa menuju bukit Marwah sebayak 7 kali. Tapi jangan membayangkan bahwa bukit Safa dan Marwah itu seperti bukit yang menjulang ya? Karena saat ini tak ada lagi pemandangan demikian. Pemerintah Arab Saudi telah melakukan perubahan dengan merehab kedua bukit itu menjadi tempat yang nyaman untuk Sa'i. Pemerintah Arab Saudi juga telah melengkapi berbagai fasilitas seperti pendingin udara dan atap pelindung sehingga kita terlindung dari panas dan hujan saat Sa'i. Di kiri kanan tempat Sa'i berjejer air zamzam yang telah dikemas sedemikian rupa, sehingga saat kta kehausan bisa minum air zamzam itu. Saat ini hanya tinggal sedikit gundukan bukit saja sebagai penanda bahwa itu bukit Safa dan bukit Marwah. Ritual umroh ditutup dengan  'Tahalul' yaitu memotong beberapa helai rambut pertanda berakhirnya rangkaian ibadah umroh.


Suasana jemaah saat tawaf mengelilingi Ka'bah
Di pelataran Masjidil Haram setelah melaksanakan shalat
Di depan bangunan hotel yang berseberangan dengan Masjidil Haram. Di atas bangunan itu kelak dipasang lonceng penanda waktu yang menjadi acuan umat di berbagai belahan dunia
Di peternakan unta, kami sempat merasakan sensasi minum susu unta segar lho...
Di Jabal Rahmah tempat pertemuan Nabi Adam dengan Hawa. Di sini banyak terdapat kereta unta berhias. Sayangnya aku taku menaikinya hanya bisa berfoto saja di tempat ini
 
Di Jeddah berfoto dengan latar belakang "Masjid Terapung" yang terkenal
Nah.... inilah sekelumit cerita tentang perjalanan ibadah yang tak terlupakan dan paling berkesan. Kenapa aku katakan demikian, tentu karena ada alasannya.

PERTAMA, karena aku sangat bersyukur keinginanku ke tanah suci terkabul. Terkabulnya keinginanku tentunya tak terlepas dari niat dan usaha. Dalam sesi kehidupan manusia aku berkeyakinan bahwa dengan kekuatan niat segala rencana kita sudah tergambar. Kemudian harus ada usaha untuk mencapainya. Dalam hal ini aku bisa mewujudkan mimpiku ke tanah suci lantaran mendapat reward dari kantor. Alhamdulillah ini adalah bentuk dari usaha yang memang dianjurkan dalam agama. Selanjutnya, kita juga harus percaya dengan kekuatan doa. Dengan kekuatan doa insyaAllah apa yang kita harapkan akan dikabulkan Allah SWT,.

KEDUA, karena tanpa kusadari aku dan suamiku seolah melaksanakan perjalanan bulan madu. Wow...indah rasanya bisa beribadah sekaligus melakukan perjalanan bulan madu bersama suami. Suatu moment yang tak terlupakan dan sangat berkesan dalam hidupku. Alhamdulillah....





Jumat, 21 Februari 2014

"3 Karakter Wonderful Wife"

Menjadi keluarga idaman adalah impian setiap pasangan. Demikian juga halnya dengan aku, ingin sekali mewujudkannya. Tak muluk-muluk amat rasanya ya bila kita menginginkan kedamaian dalam keluarga? Akan halnya diriku, aku ingin menjadi pribadi yang membuat suamiku merasa nyaman. 

Hmm..., berhubung ada GA yang diadakan Mbak Ida Nurlaila yang bertajuk "3 Karakter Wonderful Wife dan Tips untuk Mewujudkannya", kiranya aku pun ingin berpartisipasi dan berbagi pengalaman.

Menurutku, 3 Karakter Wonderful Wife  yang perlu dikelola adalah:

1. Take and Give
   Pasangan suami isteri pada hakekatnya adalah dua pribadi berbeda yang disatukan dalam satu ikatan perkawinan. Oleh karenanya baik suami maupun isteri memiliki karakter berbeda pula. Seringkali karena perbedaan karakter membawa petaka dalam kehidupan perkawinan. Bahkan tak jarang menyulut emosi sehingga terkadang terjadilah keributan. Ujung-ujungnya tak pelak pertengkaran pun bisa terjadi.

"Take and Give" yang secara harfiah berarti "Saling Memberi dan Saling Menerima" sangatlah penting dalam ikatan perkawinan. Artinya, ada saatnya kita mesti mengalah dari suami. Sebaliknya, suami pun demikian hendaknya. 

Solusi:
  • Untuk mewujudkan 'Take and Give" dalam keluarga, perlu adanya saling memahami dan mengerti apa kebutuhan pasangan. Adakalanya kita tak memahami kondisi pasangan. Tak mudah memang memahami apa maunya pasangan kita, namun hal ini bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Seperti, mengalah pada situasi tertentu.  Kita pun harus peka terhadap kondisi pasangan. Misal, saat si dia pulang kerja dengan raut wajah jutek. Jangan cepat-cepat memberondongnya dengan segudang pertanyaan. Biarkan beberapa saat, persilahkan dia untuk rehat sejenak dan suguhkan segelas teh hangat. Kalau raut wajahnya sudah rileks bolehlah untuk bertanya hal apa gerangan yang membuatnya pulang dengan wajah jutek. 
  • Sebagai seorang isteri, kiranya kita harus lebih peka menyikapi kondisi ini. Mulailah dari diri kita sendiri untuk peka terhadap si dia.  Biasanya pasangan kita akan luluh hatinya manakala si isteri bisa bersikap manis terhadap dirinya. Peran isteri yang bisa memahami kondisi pasangan inilah yang menjadi idaman para suami. Sehingga, pemahaman "Take and Give" bisa kita terapkan dalam keluarga masing-masing.

2. Membangun Komunikasi
   Adakalanya komunikasi yang terjalin tidak intens menyulut ketegangan dalam keluarga. Bahkan, masalah komunikasi yang stagnant  bisa menjadi bumerang dalam kehidupan keluarga. Tak jarang pula masalah komunikasi menjadi hal nomor satu perusak kebahagiaan dalam keluarga. 

Solusi:
  • Mulailah dengan membiasakan untuk membahas hal-hal kecil sebagai awal untuk membangun komunikasi yang intens. Saling bertanya kabar dan berkirim sms setiap hari adalah bentuk komunikasi kecil yang terjalin. Bukannya bermaksud untuk membuat pasangan kita reseh dan merasa diinterogasi, namun hal ini bisa membuat pasangan kita merasa dibutuhkan dan diperhatikan.
  • Sebagai isteri, kita juga harus cermat memilah-milah mana persoalan yang perlu didiskusikan mana yang tak perlu. Membahas hal-hal yang tak penting bisa membuat pasangan menjadi jengah karena topiknya tak menarik. Bahkan si dia bisa merasa jenuh dan ogah membicarakannya. Kayaknya gampang-gampang susah ya membangun komunikasi yang ideal. Tapi percayalah, bila kita sebagai isteri pandai mengimbangi komunikasi dengan si dia, hmm....tak salah kiranya disebut kita menjadi isteri idaman suami ya?
3. Mengatur Keuangan
    Masalah keuangan pun seringkali menjadi issue hangat penyebab ketidak-harmonisan dalam keluarga. Mulai dari gaji yang diterima tak mencukupi kebutuhan keluarga, gaya hidup yang berlebihan, hingga terjerat hutang  Suami seringkali berharap penuh pada isteri sebagai bendahara dalam keluarga agar bisa menjadi wanita hebat dalam mengatur ekonomi keluarga. Tak berlebihan bila suami yang menginginkan isterinya pandai mengatur keuangan. Karena seberapa pun nafkah beruapa uang yang diberikan suami bila isteri tak pandai mengaturnya, maka alamat sesusahan akan menghampiri perekonomian dalam keluarga itu.

Solusi:
  • Isteri yang pandai mengatur keuangan keluarga adalah isteri idaman suami. Biar kecil sekali pun gaji yang diterima bila kita pandai mengaturnya maka hidup tak akan sengsara oleh hutang. Bahkan pola hidup gali lobang tutup lobang pun bisa dihindari. Kita sering mendengar ada keluarga yang terlilit hutang bahkan terjerat rentenir. Itu karena tidak ada keseimbangan dalam pengaturan keuangan. 
  • Dalam mengatur keuangan keluarga perlu dicermati pos-pos mana saja yang memang menjadi kebutuhan, dan mana pos-pos yang bisa dihilangkan. Bila ada pos-pos yang tak bisa dihilangkan mungkin bisa diganti atau ditukar dengan pos-pos pengganti. Misal, kebiasaan makan bersama di restaurant setiap minggu bisa diganti dengan makan bersama di rumah, yang menunya diolah dan dimasak oleh sang isteri. Mengajak anak-anak refreshing di tempat permainan yang notabene membutuhkan dana yang mahal pada akhir pekan, bisa diganti bermain bersama di rumah dengan menciptakan permainan atau mencari keasyikan sendiri di rumah. Sebagai isteri kita harus jeli dengan hal-hal kecil seperti ini. Bagaimanapun kita tentunya diharapkan oleh si dia untuk menjadi wanita andal dalam mengatur keuangan keluarga. Maka tak heran bila suatu saat kita mendapat predikat sebagai 'Ratu Rumah-Tangga'.

Nah..., itulah "3 Karakter Wonderful Wife dan Tips Mewujudkannya" versi diriku. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menginspirasi para ibu yang membacanya dan menjadi rujukan dalam membangun keluarga harmonis.




" Secara umum tampilan blog enak untuk dilihat, baik latar warna maupun tata letaknya. Kalau materi blog sudah tak diragukan lagi, isinya variatif dan berisi. Aku senang bisa mengakses blog ini dan menjadikannya salah satu blog referensi buatku."



Jumat, 31 Januari 2014

#1Hari 1 Ayat Hari Ke-31: "Pertolongan Allah."

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat"

(QS. An-Nasr: 1-3)


Saat kita merasa terancam kepada siapakah kita meminta pertolongan? Saat kita mengalami kesulitan kepada siapakah kita memohon bantuan? Saat kita merasa diganggu oleh orang jahat kepada siapakah kita berlindung? Jawabnya hanya satu, kepada Allah SWT.

Manusia secara lahiriah dilahirkan dalam kondisi yang beragam. Ada yang tergolong makmur kehidupannya ada yang susah ada juga yang biasa saja. Dalam kondisi lainnya ada yang berada dilingkungan baik namun ada pula yang bersinggunggan dengan lingkungan yang jahat.

Dalam kondisi demikian sejatinya manusia sering mendapat pertentangan batin. Istilah anak muda sekarang ini "galau". Kegalauan hati karena merasa tak nyaman menikmati hidup. Timbul kegelisahan, kecemasan yang mendera dihati.  

Kalau konsisi itu terjadi pada diri kita, mari mengadu hanya pada Allah SWT. Ambil mukenah, bentangkan sajaddah dan shalatlah minta pertolongan Allah. InsyaAllah kamu akan menemukan ketenangan dan kedamaian sejati dalam hidupmu.



#1Hari 1 Ayat Hari Ke-30: "Amal Shalih"

"Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sungguh akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan"

(QS. An-Nahl: 97)

Amal shalih seringkali dikaitkan dengan ibadah seperti shalat, berzikir, berinfak, dan kegiatan yang berkaitan dengan ibadah. Amal shalih tak semata berkutat dalam kegiatan-kegiatan agama semata. Bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, membantu orang-orang kekurangan juga termasuk amal shalih.

Apapun bentuknya, tujuannya adalah untuk mencari ridha Allah. Apa yang kita lakukan di dunia ini semata-mata hanya mencari ridha Allah dan mendapat barokoh.

Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang senantiasa dibukakan pintu hati untuk selalu mengejar amal shalih...




#1 Hari 1 Ayat Hari Ke-29: "Jangan Menunda Shalat"

Assalamualaikum wr wb...

Sahabat....ternyata suara azan subuh dari masjid yang terletak di seberang rumah tak menjamin kita terbangun diwaktu subuh. Aku pernah mengalaminya, mata enggan terbuka, badan terasa berat seperti memikul beban. Oh...ternyata inilah godaan setan yang paling berat.

Dengan setengah terkejut aku dan suami bergegas turun dari pembaringan, mencoba melawan rasa kantuk yang luar biasa.

"Astagfirullahaladzim....kenapa suara azan seperti tak terdengar ya Bu? Ayo buruan kerjakan shalat, Ayah mau gabung dengan jamaah di masjid," tukas suamiku seraya bergegas ke masjid. Untung masjidnya tak jauh dari rumah. Suamiku memang selalu mengejar pahala shalat berjamaah di masjid.

Lain kesempatan suamiku menegur, "Sudah azan Bu, biasakan shalat tepat waktu. Kita tak pernah tahu kejadian kedepan, entah apa jadinya kalau kita belum shalat?"

Begitulah suamiku seringkali mengingatkan untuk shalat tepat waktu. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

"Maka celakalah orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya"

(QS.107 Al-Maa'uun, ayat 43)




#1 Hari 1 Ayat Hari Ke-28: "Pemuja Uang"

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda"
(QS. Ali Imron [3]:130)

Belakangan ini makin banyak orang yang memberi jasa meminjamkan uang. Yah...semacam koperasi keliling begitulah. Mereka menawarkan pinjaman uang dengan pengembalian yang jumlahnya jauh lebih besar. Lebih tepat dibilang bila dibilang rentenir. Biasanya si rentenir ini keluar masuk kampung menawarkan jasa. Mirisnya koq masyarakat masih ada yang mau pinjam uang sama si rentenir.

Lha...gimana gak dibilang rentenir kalau bunganya mencekik leher? Sehingga si peminjam seringkali tak sanggup membayar hutangnya. Akibatnya si rentenir ini bisa menyita barang apa saja milik si empunya hutang. Betapa miris nasib orang tak berpunya, sudah tak sanggup bayar hutang harta benda lainnya disita pula. 

Yang lebih kejam lagi ulah si rentenir yang bertindak tanpa ada rasa berdosa. Lha...sudah melakoni pekerjaan sebagai rentenir kan hukumnya dosa berat? Belum lagi menyita harta milik orang lain juga akan semakin menambah dosa-dosanya. Apa si rentenir itu tak tahu hukum agama atau dia sudah dibutakan oleh uang ya?

Kenapa fenomena rentenir si pemuja uang semakin menjamur dan tanpa malu melakoni profesi yang dilarang agama? Mau tahu jawabnya, "




#1 Hari 1 Ayat Hari Ke:27 "Tentang Syirik"

Aku termasuk orang yang berfikiran realistis. Begitu ada yang tidak masuk dalam nalarku maka aku enggan menerimanya. Demikian halnya dengan dunia mistik yang konon bisa dipakai untuk cara-cara penyembuhan suatu penyakit. Akupun tak mempercayai bahwa ada kekuatan ghaib yang bisa menyembuhkan. Tetapi kalau secara medis aku lebih percaya, karena terukur dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Ada sebagian orang yang mempercayai metode penyembuhan seperti itu. Ada juga yang tidak mempercayainya. Nah aku termasuk golongan yang terakhir ini. Sebagian besar masyarakat kita sepertinya lebih banyak yang mempercayai hal-hal ghaib. Memang sih aku percaya ada alam lain selain alam yang kita huni ini. Tapi entahlah kalau harus terlalu jauh mempercayainya nalarku tetap tak bisa menerimanya.

Seperti pada kasus adikku yang menderita kanker nasofaring stadium empat. Banyak sekali orang yang merekomendasikan berobat dengan cara ghaib dengan media 'orang pintar'. Nah si 'orang pintar' ini katanya bisa menyembuhkan. Namanya juga direkomendasi, tak enak juga menolaknya. Pernah aku melihat cara-cara orang yang mengaku 'orang pintar' itu beraksi saat mengobati adikku. Aku kadang geli sendiri melihatnya seolah dia memakai mantra saktinya untuk mengusir setan yang ada dalam tubuh adikku. Lha, bagaimana mungkin ada setannya, bukankah adikku itu sudah jelas divonis dokter menderita penyakit kanker nasofaring?

Itu hanya contoh sekilas betapa percayanya orang-orang pada kekuatan ghaib bukan pada kekuasaan Allah SWT. Sebelum kita terlalu jauh masuk dalam ranah itu marilah kita selalu meminta hanya pada Allah semata agar kita tak terjebak dalam kemusyrikan.

"Sesengguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."

(QS. An-Nisa:48)